Daftar Artikel Menarik

Inilah Sejarah TNI (Tentara Nasional Indonesia)

Diposting oleh Sandi Asyuri on Sabtu, 09 Februari 2013


Inilah Sejarah TNI (Tentara Nasional Indonesia) - Berbicara tentang sejarah TNI, hal itu sama saja berbicara tentang sejarah terbentuknya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), karena TNI sudah ada sejak 67 tahun yang lalu sama sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945. Sejarah perjuangan dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak lepas dari semangat perlawanan terhadap segala bentuk penjajahan, penindasan, dan penafian harkat kemanusiaan. Bulan-bulan awal pembentukan NKRI dipenuhi dengan berbagai aktivitas seperti, rapat umum,pembentukan barisan perjuangan, pawai, perampasan senjata, corat-coret grafitti, dan lain sebagainya.


Diawal-awal kemerdekaan Indonesia, berbagai barisan perjuangan bermunculan dimana-mana di seluruh tanah air. Lukisan sejarah yang seakan-akan seragam pun terhampar – para pemuda mengambil inisiatif, berkumpul, bergerak dan para pemimpin lokal pun mereka tampil untuk memberikan bimbingan serta meyakinkan berbagai barisan tentang keabsahan perjuangan. Berbagai aliran sosial-politik pun membentuk barisan perjuangan masing-masing. Bahkan berbagai kesatuan lokal tak pula ketinggalan. Berbagai corak ikatan solidaritas, ideologi, sekolah, daerah, dan bahkan juga jenis kelamin, menampilkan diri dalam wujud barisan perjuangan - semua itu demi kemerdekaan bangsa dan negara.

Dari inilah mulanya terbentuknya tentara resmi Republik Indonesia. Semula hanyalah sekedar barisan untuk menjaga keamanan saja. Dan inilah realitas politik bahwa untuk menentukan kemerdekaan adalah hak yang harus direbut, dengan darah dan air mata.

Maka, pada 5 Oktober 1945 sebuah Maklumat Pemerintah yang berbunyi, "Untuk memperkuat rasa keamanan umum, maka diadakan satu Tentara Keamanan Rakyat". BKR pun berganti nama menjadi TKR. Kemudian TKR harus dibaca sebagai Tentara Keselamatan Rakyat (7 Januari 1946). Dua minggu kemudian, diubah pula menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). Dengan integrasi laskar dan barisan perjuangan lain ke dalam TRI, maka tentara resmi dinamai Tentara Nasional Indosia (TNI) 3 Juni 1947. TNI sendiri terdiri dari Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Seperti halnya dengan barisan perjuangan lainnya, tentara resmi lahir sebagai "anak kandung" dari masyarakat setempat. Dan TKR/TRI/TNI lokal ini, menjadikan diri mereka sebagai bagian dari kesatuan komando ketentaraan. Terdiri atas para pemuda yang berasal dari latar sosial dan kultural berbeda-beda serta pengalaman pribadi yang tak pula sama, tentara nasional lahir dalam kancah perjuangan awal NKRI, yang bukan saja tampil sebagai pengawal kemerdekaan dan keutuhan negara, tetapi juga sebagai salah satu faktor utama integrasi bangsa.

Dari latar belakang sejarah itulah; pantaslah dikatakan TNI adalah bagian dari rakyat, dan TNI dan rakyat menyatu dalam negara kesatuan NKRI guna menjaga keutuhan wilayah dari Sabang sampai Merauke, seperti yang diperjuangkan oleh Founding Father RI dan pejuang NKRI yang menegakkan pilar-pilar bangsa ini dengan keringat, darah dan air mata.

Share this :