Daftar Artikel Menarik

Kembali heboh!!! Ada kisah Spiderman berselingkuh dengan Saras 008 di Buku kelas VI SD

Diposting oleh Sandi Asyuri on Senin, 16 November 2015


Kembali heboh ada kata yang tidak pantas untuk dibaca oleh siswa SD (sekolah dasar), Bila dulu pernah ditemukan kata “Pelacur” pada Buku ker ja siswa (BKS) atau Lembar kerja siswa (LKS) kini dunia pendidikan kembali di kejutkan dengan munculnya kata “Selingkuh” di buku sekolah dasar.

Untuk apa anak seumuran mereka mengetahui tentang hal perselingkuhan?

Pada sebuah halaman di buku pelajaran siswa, yang sedang membahas tema pahlawan bertajuk pahlawan tanpa tanda jasa. Yang mempersoalkan tentang  bahwa pahlawan tidak perlu memilki kekuatan super atau semacamnya.

Kemudian pada aline kedua dalam tulisan tersebut terdapat kisah seorang pahlawan super, dan pada baris ke tiga ditemukan kata seperti ini “Akan tapi, walaupun tidak mengharapkan imbalan, mereka mempunyai keinginan dan tujuan yang mulia. Sebagai contoh, Saras 008 (superhero wanita Indonesia, selingkuhannya Spider-man) menolong orang dari para penjahat.”

Photo Credit, Tribun news.
Dimana kaitanya antara pahlawan yang memilki tujuan yang mulia dan kisah percintaan mereka? Apalagi sampai menyebutkan bahwa Saras 008 adalah Selingkuhannya Spiderman? Sejak kapan spiderman dan Saras berada di dalam satu film?

Entah apa yang menjadi tujuan dari kutipan kalimat tersebut, Yang jelas ini akan menimbulkan dampak yang negative bagi anak, Terutama dari kalimat yang mereka sampaikan dan keterangan yang tidak benar antara hubungan Saras dan Spiderman.

Sedang Ribut Hariyanto, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang meminta Dindik melakukan penarikan buku-buku LKS.

"Saya sendiri masih belum nembus ini untuk konfirmasi ke Dindik mengenai hal tersebut," kata Ribut.

Tujuan penarikan semua LKS agar bisa dicek ulang mengenai isinya. Tak hanya yang LKS kelas 5 juga yang lainnya. Siapa tahu ditemukan keanehan lainnya. "Apa ya tidak diedit dulu?" tanyanya.
Menurutnya, dewan tidak dilibatkan dalam pembuatan LKS yang dikerjakan oleh Tim KKG (Kelompok Kerja Guru) di bawah bimbingan pengawas.

Apa dewan perlu dilibatkan? "Tidak. Setidaknya perlu tahu prosesnya," ungkap dia.
"MoU-nya bagaimana dengan percetakan jika ada kesalahan seperti itu? Kita tidak tahu karena tidak dilibatkan," imbuhnya.


Sangat miris disamping tayangan televisi yang kebanyakan tidak mendidik , sekarang ditambah lagi Buku pelajaran yang seharusnya menjadi sumber ilmu malah ikut-ikutan di rusak lewat kata-kata yang seharusnya tidak muncul. 
Share this :