5 Cara Unik Agar Umur Lebih Panjang

Diposting oleh Paling cerdas on Sabtu, 28 Juli 2012


Seberapa besar Anda ingin hidup yang sangat lama? Anda telah makan dengan benar (hampir di setiap saat), tetap bugar (ketika Anda ingat) dan tidak merokok, selalu sukses di kesempatan apa pun. Apa lagi yang harus dipersiapkan?
Jaman dulu, orang-orang mencoba bermacam-macam metode untuk berumur panjang, di antaranya lebih menyenangkan dibanding yang lain. Apakah Anda tahu, misalnya, bahwa praktik-praktik seksual kaum Tao, apabila dilakukan dengan benar, dapat memberikan keabadian? Sekitar berabad-abad, manusia telah mencoba hidup lebih lama dengan memakan hal-hal tertentu seperi ular berbisa, jamur ulat dan sari lebah. Mereka telah meminum air raksa, sari jamur teh dan kolostrum, susu pertama dari ibu baru.
Kini kita tahu banyak tentang strategi-strategi yang benar-benar bisa berhasil. Berikut adalah beberapa cara yang lebih tidak biasa.
1. Laparkan Diri Anda
Para ilmuwan melakukan observasi pada tahun 1934 bahwa binatang pengerat di laboratorium yang dipaksa diet bahkan hampir kelaparan ternyata hidup lebih lama diluar dugaan. Efek ini diperkuat oleh sebuah eksperimen yang dilakukan oleh R. Weindruch dan lainnya dengan menggunakan tikus pada tahun 1986. Sejak itu, hampir setiap spesies yang diuji memberikan hasil yang sama. Selama bahan gizi dasar diberikan, binatang-binatang hidup lebih lama dengan diet yang menjaga mereka tetap lapar namun hidup.


Kini manusia mencobanya. Komunitas CR adalah sekelompok orang yang berdedikasi untuk memperpanjang hidupnya dengan mengurangi menu makanan berkalori. Orang-orang yagn mulai melakukan diet ini memang menunjukkan efek anti-penuaan, seperti daya tahan insulin yang lebih rendah dan berkurangnya tekanan darah.
Juga, salah satu orang-orang yang berumur paling panjang di dunia, masyarakat Okinawa, mempraktekkan batasan kalori sebagai bagian kebudayaannya. Disebut sebagai hara hachi bu, adat-istiadat mereka adalah berhenti makan sebelum kenyang, dan mereka makan hanya sekitar 1200 kalori per hari.
Jadi, laparkan diri untuk hidup? Mungkin. Seberapa banyak Anda akan menikmati hidup tanpa gigitan favorit Anda adalah persoalan lain.
2. Belajar Bahasa
Otak yang berfunsi dengan baik adalah kunci bagi hidup yang panjang dan bahagia. Semakin sulit membuat keputusan yang baik tentang kesehatan dan perawatan kehidupan Anda ketika otak Anda menunjukkan efek penuaan.
Sejumlah studi telah menunjukkan bahwa kemampuan berbicara dua atau lebih bahasa secara signifikan memperlambat serangan demensia atau singkat akal dan Alzheimer, dua penyakit fatal di usia senja. Dr. Fergus Craik dan lainnya dari Institut Penelitian Rotman, Toronto, menemukan di sebuah studi terhadap 200 pasien bahwa mereka yang berbicara dua atau lebih bahasa selama beberapa tahun telah menunda serangan Alzheimer, dalam beberapa kasus sampai lima tahun.


Hal ini bisa jadi karena berbicara menggunakan dua bahasa menciptakan cadangan otak yang lebih besar, atau kemampuan berfungsi secara normal. Tentu saja manfaat kognitif dari kemampuan dua bahasa ini, seperti fungsi eksekutif yang lebih baik, sudah dikenal dengan baik.
Efek ini bahkan terlihat pada orang-orang yang telah mempelajari bahasa lain sebagai seorang dewasa.
3. Hidup di Pegunungan
Orang-orang yang hidup di pegunungan hidup lebih lama. Sesederhana itukah. Apakah Anda sedang berbicara tentang masyarakat-masyarakat Amerika yang hidup lama, tujuh di antaranya hidup di daerah-daerah Colorado dataran tinggi, atau kota pegunungan Sardinia di Ovodda, dimana jumlah pria dan wanita sama-sama 100. Hampir tidak diragukan bahwa gunung yang segar memang membuat Anda sehat.
Anda bisa hidup di pinggir pegunungan sehingga memaksa Anda terbiasa berjalan kaki. Hal tersebut melatih jantung Anda kapan pun Anda keluar dari rumah. Pindah ke gunung dapat memberikan masa hidup tambahan.
Selain itu, Anda bisa melihat pemandangan indah setiap hari.
4. Beragama
Hanya orang pintar yang meninggal di usia muda? Ya, merupakan fakta yang menyedihkan bahwa tuhan mana pun yang Anda percayai menginginkan Anda untuk tetap di atas Bumi beberapa tahun lebih lama dari teman-teman kita yang ateis.
Banyak studi menunjukkan sebuah korelasi positif antara kepercayaan beragama dengan kesehatan yang baik. Di sebuah analisa-meta terhadap 42 studi independen oleh Michael E. McCullough dari National Institute for Healthcare Research (Insitut Nasional untuk Penelitian Perawatan Kesehatan) menemukan bahwa kemungkinan kematian ketika para partisipan ditindaklanjuti adalah lebih tinggi di antara kelompok yang tidak beragama.
Para Penganut Advent Hari Ketujuh yang hidup di Loma Linda, California adalah kasusnya. Mereka adalah masyarakat yang hidup lama di Amerika Serikat, meskipun bagi mereka yang tidak mengikuti pola makan vegetarian namun diangkat oleh gereja.
Apakah hal ini disebabkan oleh tingkat dukungan sosial yang lebih baik yang diberikan di dalam masyarakat beragama atau campur tangan Tuhan yang masih belum diketahui.
5. Terapi Gen
Ok, terapi gen belum tersedia, namun tahun 2012, para ilmuwan di Spanish National Cancer Research Centre sedang mencoba memperpanjang rentang hidup tikus secara alamiah sampai 24% dengan terapi gen. Berita baiknya adalah bahwa perawatan ini dilakukan pada tikus dewasa. Sebelumnya para ilmuwan telah mencoba mengubah gen-gen embrio tikus untuk memberikan hidup yang lebih lama, namun memperlakukan manusia dengan cara ini akan bersinggungan dengan etika.
Protip – semakin muda anda dirawat semakin lebih baik. Tikus berumur namun dirawat hidup lebih lama dibanding tikus yang lebih tua dan menerima perawatan sama.
Share this :